mampir

 

6 MUJARAP UNTUK PERNIKAHAN          PERNIKAHAN ibarat hati, punya berbagai rasa yang tak menentu datangnya. Kadang marah, bahagia, sedih, kecewa, bangga, dan puluhan rasa lainnya.Sulitnya menjaga suasana hati, sesulit itu pula menjaga pernikahan. Percekcokan sering kali menghampiri pasangan suami istri, bahkan ada yang sampai mengajukan gugatan cerai.

Berikut ilustrasi pasangan yang sedang melewati proses mediasi dengan perantara konselor pernikahan.

Sang wanita berkata sambil terisak, “Saya tidak tahu mengapa bisa sampai seperti ini. Pernikahan saya telah berakhir, dia (suami) tidak mencintai saya lagi.”

Dan sang suami menimpali, “Apa yang kamu katakan?”, lalu sang suami berpaling pada konselor dan berkata, “Saya tidak mengerti kenapa dia berkata begitu.”

Sang istri memotong, “Karena memang begitu kenyatannya.”

Adu mulut terus terjadi sampai akhirnya konselor bertanya pada suami, “Apakah Anda mengatakan padanya bahwa Anda tidak mencintainya lagi?”

Suami menjawab, “Dia (istri) tahu saya mencintainya.”

Konselor bertanya, “Tapi apakah Anda katakan pada istri Anda ?Saya mencintaimu’?”

Lalu pasangan itu saling pandang dan menyadari bahwa sebenarnya mereka masih saling mencintai, namun egoisme menutupi sehingga proses cerai tak terhindarkan.

Pelajaran yang dapat Anda petik, betapa pentingnya komunikasi untuk mengungkapkan perasaan. Komunikasi merupakan hal penting dalam menjaga keawetan hubungan.

Untuk itu, SheKnows membeberkan pada Anda beberapa kata pendek yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengatakannya, namun meninggalkan kesan mendalam dan memperbaiki hubungan suami istri yang hampir retak.

I Love You

Memang terdengar klise, namun tahukah Anda bahwa jika Anda menyisihkan sekian detik dalam satu hari untuk mengatakan I love you pada pasangan, sama saja dengan Anda memperdalam rasa cinta padanya.

Maaf

Satu kata “maaf” setiap kali Anda berbuat salah akan membuatnya mudah melupakan kesalahan Anda.

Saya mengerti

Katakan itu setiap kali pasangan meminta maaf ataupun setiap kali dia menjelaskan alasan tidak bisa memenuhi keinginan Anda. Dua kata “saya mengerti” sudah dapat membuat pasangan menganggap Anda sebagai pasangan yang pengertian. Hal tersebut akan selalu diingatnya saat Anda berdua bertengkar, “Belum tentu saya akan mendapat pasangan sepengertian dia.”

Kau sangat cantik/tampan

Sedikit waktu untuk memberinya pujian ketika bangun tidur tentu tidak akan membuat Anda terlambat kerja, bukan? Katakan, “Kamu sangat cantik” atau “Kamu sangat tampan” saat pasangan Anda baru membuka matanya. Ia tentu akan bersemangat menjalani hari karena sejak matanya terbuka Anda sudah memberinya kepercayaan diri.

Saya sangat membutuhkanmu

Sudah menjadi hal lumrah jika di antara pasangan suami istri mengalami pertengkaran. Jadilah pihak yang mengalah, karena jika tidak ada yang mau mengalah, sulit bagi Anda untuk memperbaiki hubungan. Katakan dengan tulus betapa Anda sangat membutuhkannya. Niscaya kemarahannya mereda. Selanjutnya, Anda dapat berbicara perlahan untuk menjelaskan permasalahan yang tengah terjadi di antara kalian.

Terima kasih

Terdengar sepele, tapi dengan Anda mengatakan “Terima kasih” atas semua hal yang telah diberikan dan dilakukannya, dia akan merasa sangat dihargai. Seperti hukum timbal balik, dia pun akan menghargai Anda.

Begitu  ok ok ok ok

BATU                                                                                                                          

 

Diamlah seperti batu saat kau rasakan sakitnya hatimu

Diamlah seperti batu walau pegal punggungmu kau rasakan seharian

Diamlah seperti batu saat keadaan tidak seperti yang kau inginkan

Diamlah seperti batu ………..

KASIH SEORANG IBU                                                  

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan

“Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut.

Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng.Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya.Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita…

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun…

MIMPI RASULULLAH SAW

Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang melakukan shalat subuh berjamaah dengan para sahabat. Selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya pada para sahabat. Lalu beliau bertanya, “Siapakah diantara kalian yang tadi malam bermimpi tentang sesuatu?”. Para sahabat terdiam dan saling pandang satu sama lain. Rasulullah pun paham bahwa diantara para sahabatnya itu tidak seorang pun yang bermimpi dalam tidurnya tadi malam. “Hmm kalian tidak ada yang bermimpi?” tanya Rasulullah kembali. “Kalau aku tadi malam bermimpi….”

Rasulullah mulai menceritakan mimpinya kepada para sahabat, “Dalam mimpiku aku melihat ada dua orang laki-laki yang datang menemuiku dan menjabat tanganku, lalu membawaku pergi ke suatu tempat. Di situ aku melihat ada seorang laki-laki sedang duduk. Sedangkan di hadapannya berdiri seseorang yang memegang sebuah pengait besi yang ujungnya tajam. Tiba-tiba orang itu menancapkan pengait besi yang ia pegang ke rahang kanan orang yang duduk itu hingga tembus sampai tengkuknya. Orang itu menjerit kesakitan. Lalu orang yang berdiri menarik pengait besi dari rahang kanan orang yang duduk dan rahangnya pun pulih kembali. Pada saat yang bersamaan orang yang berdiri menghujamkan pengait besi itu ke rahang kiri orang yang duduk. Begitulah hal itu dilakukan berulang kali. Aku bertanya, “Apakah ini?” Kedua orang laki-laki yang membawaku menjawab, “Teruslah berjalan”

Aku pun terus berjalan hingga aku melihat seorang laki-laki yang berbaring dalam posisi telentang dan seorang laki-laki lain berdiri diatas kepalanya dengan membawa sebuah batu besar. Orang yang berdiri itu menghantamkan batu besar ke arah kepala orang yang teletang hingga kepala itu hancur. Sementara batu menggelinding jauh. Orang yang berdiri pun mengambil batu itu dan ketika kembali, kepala orang yang telah hancur itu telah pulih seperti sediakala. Ia kembali menghancurkan kepala orang itu, begitu seterusnya. Aku bertanya, “Pemandangan apakah ini?” Kedua orang laki-laki itu menjawab, “Teruslah berjalan”.

Mereka mengajakku terus berjalan hingga melewati sebuah lubang mirip dengan tungku, yang atasnya sempit dan bawahnya lebar, sementara api berkobar-kobar dibawah lubang itu. Di dalamnya terdapat orang-orang laki-laki dan perempuan yang telanjang. Setiap kali nyala api membesar, orang-orang yang ada di dalamnya terangkat ke atas seakan-akan mereka hendak terlempar keluar. Ketika nyala api mulai mengecil, orang-orang itu berjatuhan ke dasar lubang. Aku pun bertanya, “Siapa mereka ini?” Kedua orang laki-laki itu menjawab, “Teruslah berjalan”.

Perjalanan pun aku lanjutkan hingga tiba di sebuah sungai darah dan seorang laki-laki yang berkubang di dalamnya. Sementara seorang laki-laki lain berdiri di pinggir sungai dengan sejumlah batu di depannya. Ketika orang yang berkubang di tengah-tengah sungai darah itu hendak menepi, laki-laki yang berdiri di pinggir sungai langsung menyerang dengan lemparan batu hingga mulut dan wajahnnya hancur. Setiap kali orang yang berada di dalam sungai ingin keluar dari sana, laki-laki yang berdiri di pinggir itu melemparkan sebuah batu ke mulutnya sehingga menyebabkan ia terjerembab dan kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya, “Siapa ini?” Kedua orang laki-laki itu menjawab, “Teruslah berjalan”.

Maka aku pun meneruskan perjalanan hingga tiba di sebuah kebun hijau lebat yang indah dan di dalamnya terdapat sebuah pohon yang sangat besar. Di bawah pohon besar itu duduk seorang laki-laki tua dengan sejumlah anak. Aku juga melihat di bawah pohon besar itu ada seorang laki-laki sedang menyalakan api di depannya. Belum sempat aku bertanya, kedua orang yang bersamaku membawaku naik ke atas pohon itu lalu mengajakku masuk ke dalam rumah yang paling indah yang pernah kulihat. Di dalamnya terdapat sejumlah orang tua, anak muda, perempuan dan anak-anak. Kemudian mereka membawaku keluar dari rumah itu. Dibawanya aku ke atas pohon yang lebih tinggi dan mengajakku masuk ke sebuah rumah yang lebih elok dan lebih indah dari rumah sebelumya. Di dalamnya ada sejumlah orang-orang tua dan anak-anak muda.

Lalu aku katakan kepada kedua orang yang membawaku, “Kalian telah membawaku berkeliling sepanjang malam dan telah banyak kejadian-kejadian yang aku lihat. Sekarang ceritakan padaku apa arti semua itu”. Kedua orang itu berkata, “Baiklah. Orang yang kau lihat rahangnya ditusuk dengan pengait besi, dia adalah seorang pembohong dan selalu mengatakan kebohongan. Hingga kebohongannya tersebar dimana-mana. Maka ia akan dihukum seperti itu pada hari kiamat”.

“Orang yang kau lihat kepalanya dihancurkan dengan batu besar adalah orang yang telah diberi Allah pengetahuan Al Quran tetapi ia tidur sepanjang malam, tidak pernah mau membacanya. Sehingga perbuatannya di dunia tidak didasarkan atas pengetahuan Al Quran yang telah ia miliki. Maka ia akan disiksa seperti itu pada hari kiamat”.

“Sementara orang-orang yang kau lihat berada di dalam lubang seperti tungku adalah orang-orang yang semasa hidup di dunia melakukan perbuatan zina. Sedangkan orang-orang yang lihat berkubang di sungai darah adalah orang-orang yang makan riba dan uang yang mereka peroleh adalah dari hasil riba”.

“Orang yang kau lihat duduk di bawah pohon adalah Nabiyullah Ibrahim. Anak-anak yang ada di sekelilingnya adalah ruh anak-anak yang telah meninggal sebelum mereka mencapai aqil baligh. Sedangkan orang yang mengobarkan api itu adalah Malaikat Malik penjaga neraka. Adapaun rumah pertama yang kau masuki adalah rumah surga untuk orang-orang yang beriman pada umumnya. Sedangkan rumah kedua yang kau masuki adalah rumah surga untuk orang-orang yang mati syahid. Aku adalah Jibril dan ini adalah Mikail. Sekarang angkat kepalamu”.

“Aku mengangkat kepalaku dan melihat sesuatu seperti awan diatasku”. Mereka berkata, “Disitulah istanamu wahai Muhammad”. Aku berkata, “Ijinkan aku masuk ke istanaku”. Mereka berkata, “Tidak bisa. Karena masih ada sisa umurmu di dunia. Jika kau telah menjalani sisa umurmu, kau akan masuk ke tempatmu”. Hadits Riwayat Bukhari Kitabul Jana’iz . [Oleh: Dave Ariant Yusuf W]

NGILO – BECERMIN  – BERKACA

 

Tatkala ku datangi sebuah cermin

Tampak sesosok yang sangat lama ku kenal dan sangat sering ku lihat.

Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang ku lihat.

 

Tatkala ku tatap wajah, hatiku bertanya, apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar di surga sana??

Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam?

 

Tatkala ku tatap mata, nanar hatiku bertanya

Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….

menatap Allah, menatap Rasulullah,menatap Kekasih-kekasih Allah kelak??

Ataukah mata ini yg terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam..

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan??

Wahai mata, apa gerangan yg kau tatap selama ini??

 

Tatkala ku tatap mulut, apakah mulut ini yg kelak akan mendesah penuh kerinduan…

Mengucap La ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput??

Ataukah menjadi mulut menganga dgn lidah menjulur dgn lengking jeritan pilu yg akan mencopot sendi2 setiap pendengar…

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqun jahanam ..yg getir, penghangus, penghancur setiap usus

Apakah gerangan yg kau ucapkan wahai mulut yg malang?

berapa banyak dusta yg kau ucapkan?

Berapa banyak hati hati yg remuk dgn pisau kata2mu yg mengiris tajam?

Berapa banyak kata2 manis semanis madu yg palsu yg kau ucapkan tuk menipu?

Betapa jarang engkau jujur

Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu…

 

Tatkala ku tatap tubuhku

Apakah tubuh ini kelak yg akan penuh cahaya..

Bersinar, bersuka cita, bercengkrama di surga??

Atau tubuh yg akan tercabik2 hancur,mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun,derita yg tak pernah berakhir.

Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yg kau lakukan??

Berapa banyak orang2 yg kau zalimi dgn tubuhmu?

Berapa banyak hamba2 Allah yg lemah yg kau tindas dgn kekuatanmu?

Berapa banyak perindu pertolongan yg kau acuhkan tanpa peduli padahal kau mampu?

Berapa banyak hak2 yg kau rampas?

Ketika ku tatap hai tubuh..

Seperti apa gerangan isi hatimu

Apakah isi hatimu sebagus kata2 mu

Atau sekotor daki daki yg melekat di tubuhmu

Apakah hatimu segagah ototmu

Atau selemah daun2 yg mudah rontok

Apakah hatimu seindah penampilan mu

Ataukah sebusuk kotoran kotoran mu

 

Betapa beda..betapa beda..apa yg tampak di cermin dgn apa tersembunyi….

Betapa beda apa yg tampak di cermin dan apa yg tersembunyi..

Aku telah tertipu, tertipu oleh topeng……

Betapa yg kulihat selama ini adalah topeng, hanyalah topeng belaka

Betapa pujian yg terhambur adalah memuji topeng

Betapa yg indah ternyata hanyalah topeng..

Sedangkan aku..hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus..

aku tertipu, aku malu ya Allah..

Allah..selamatkan aku…

Amin ya rabbal alamin… ( Aa Gym)

P A P A                                                               

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Ya, Papa adalah Orang yang Luar Biasa. Papa biasanya ada di balik layar, menyuarakan semangat dan motivasi pada anak-anaknya. Papa sosok individu yang tidak banyak bersuara namun Beliau selalu memperhatikan segala kebutuhan anaknya dan juga selalu mensupport anaknya. Ya, pemirsa, saatnya kita mendengarkan cinta lagi. Mari kita ciptakan kebanggaan dan kebahagiaan buat Papa kita masing-masing, sehingga Beliau bisa berkata,”Anakku, saya bangga punya anak sepertimu”.

 


 

 

 

 

 

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.